Menghadapi Orang yang Menjengkelkan

Versi printer-friendly
Kode Kaset: 
T193A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Kebanyakan orang-orang yang mudah jengkel terhadap orang lain adalah orang yang mudah menjengkelkan orang lain pula. Jadi orang-orang ini kecenderungannya memang memaksakan diri, memaksakan kehendaknya pada orang lain atau situasinya.

Audio
MP3: 
Play Audio: 
Ringkasan
Ada dua kategori orang yang menjengkelkan, yaitu:
  1. Orang-orang yang tidak sadar bahwa perilaku mereka menjengkelkan orang lain. Mereka memang tidak mempunyai kepekaan yang tinggi, mereka bukanlah orang yang introspektif, yang bisa cermin, yang bisa keluar dari dirinya kemudian dari luar menatap dirinya kemudian menilai perilakunya atau perbuatannya. Orang seperti ini kalau berbuat sesuatu yang menjengkelkan orang lain, dia sungguh-sungguh tidak menyadarinya. Dan orang yang mudah jengkel terhadap orang lain adalah orang yang mudah menjengkelkan orang lain pula.
  2. Orang-orang yang sebenarnya tahu bahwa dia menjengkelkan dan sengaja menjengkelkan. Orang-orang ini biasanya membutuhkan sesuatu atau meminta sesuatu dari orang lain, maka dia berulah dengan cara menjengkelkan.
Hal-hal yang memicu kejengkelan seseorang, yaitu:
  1. Kalau sesuatu tidak berjalan sesuai dengan kehendak kita.
  2. Kita mudah sekali dibuat jengkel oleh orang yang tidak peka
  3. Hal-hal yang memang jahat dan seyogianyalah kita dibuat jengkel oleh kelaliman, kejahatan, ketidakadilan, kebobrokan. Tuhan pun memanggil kita untuk bereaksi marah terhadap kejahatan atau terhadap kelaliman dalam hidup ini.
Sikap kita menghadapi orang-orang yang menjengkelkan ini adalah:
  1. Kita memfokuskan diri pada apa yang akan kita kerjakan, apa yang menjadi bagian kita, jadi kita tidak selalu fokuskan pada orang lain. Kita tetap menjaga keutuhan diri kita, integritas kita, kita tetap fokuskan pada bagian atau andil kita.
  2. Kita belajar mengkonfrontasi orang yang menjengkelkan kita. Dalam mengkonfrontasi ini kita perlu memperhatikan hal sebagai berikut:
    • Orang tersebut adalah orang yang dekat dengan kita
    • Apakah ini relasi yang penting buat kita
    Konfrontasi dengan cara assertive artinya tidak kasar tapi jelas, mengungkapkan perasaan kita akibat perbuatannya dan apa yang kita harapkan dari dia sekarang.
  3. Sekali-sekali menghindar, jangan terlalu sering bersinggungan jalan dengan dia

Amsal 13:10, "Keangkuhan hanya akan menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat."

Artinya rendahkanlah diri, jangan angkuh karena angkuh itu hanya akan menciptakan jurang dan perpecahan tapi hendaklah kita merendahkan diri, rela mendengarkan nasihat, sebab makin mendengarkan makin berhikmat, dan akhirnya relasi kita dengan orang pun makin dipererat.