Berita Telaga Edisi No. 77 /Tahun VII/ Januari 2011
Diterbitkan oleh Lembaga Bina Keluarga Kristen (LBKK)
Sekretariat: Jl.Cimanuk 56 Malang 65122 Telp.: 0341-408579, Fax.:0341-493645
Email: telagaindo.net.id
Website: http://www.telaga.org [1] Pelaksana: Melany N.T., Dewi K. Megawati
Bank Account: BCA Cab. Malang No. 011.1658225 a.n. Melany E. Simon
Kendati kemajuan teknologi dicicipi oleh semua lapisan masyarakat, namun tidak bisa disangkal bahwa kelompok remaja adalah kelompok yang paling memanfaatkan kemajuan-kemajuan ini. Lihat saja permainan video yang sekarang begitu canggih dan melibatkan tiga dimensi. Disamping itu remaja pun dapat menikmati musik lewat iPod, bercengkerama lewat chatting, sms, email, dan dapat berkreasi sekaligus berkomunikasi lewat FaceBook, dan YouTube. Tidak heran, generasi remaja sekarang dijuluki Generasi M—singkatan dari multi-tasking yang berarti melakukan beberapa hal pada saat bersamaan. Berikut adalah beberapa tanggapan terhadap pengaruh positif maupun negatif kemajuan teknologi pada perkembangan hidup anak.
Pengaruh Positif
Pengaruh Negatif
Firman Tuhan: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. “ (Yesaya 30:15) Yang terpenting adalah mengajar anak bahwa semua kemajuan teknologi tidak boleh menggantikan Tuhan di dalam hidupnya. Pada akhirnya semua ini tidak akan dapat menyelamatkannya dari dosa; hanya Tuhan dan kasih karunia-Nya yang menyelamatkan kita dari dosa. Problem teknologi dapat dipecahkan lewat teknologi namun masalah relasi dan hati manusia, tidak akan dapat diselesaikan lewat teknologi.
Oleh Pdt. Dr. Paul Gunadi
Audio dan transkrip bisa didapat melalui situs Telaga dengan kode T259 A [2]
Bersyukur untuk beberapa donatur tetap dalam bulan ini, yaitu dari :
001 – Rp 100.000,- 003 – Rp 400.000,- untuk 2 bulan 004 – Rp 100.000,- 005 – Rp 600.000,- untuk 1 tahun 007 – Rp 900.000,-
Doakan untuk tim rekaman yang telah mulai mengadakan rekaman selama 5 – 6 minggu.
Doakan untuk Literatur SAAT yang akan menerbitkan 2 buklet berjudul “Anak Adopsi dan Permasalahan-nya” dan “Pornografi dan Bahayanya” dalam bulan Pebruari 2011.
Doakan untuk Sdri. Betty T.S., salah seorang konselor Telaga yang memerlukan dana untuk kelanjutan studinya di Tilburg. Sejauh ini Tuhan sudah menolong pada waktu-Nya.
Doakan untuk rencana mengadakan pertemuan dengan Bp. Paul Gunadi sehubungan dengan keterbatasan dana yang dialami oleh Telaga dalam 3 bulan terakhir ini, doakan juga apakah Tuhan berkenan Telaga mengajukan proposal kepada Geneva Global, sebuah lembaga pendanaan di luar negeri.
Bersyukur untuk seorang putra yang dikaruniakan Tuhan pada Bp.& Ibu Andreas Rahardjo di Jakarta pada tgl. 22 Januari 2011 yang diberi nama Xavier Theodore. Ini adalah cucu kedua dari Bp.& Ibu Basoeki Rahardjo.
Doakan untuk tim web di YLSA, Solo yang menangani perombakan situs Telaga.
Doakan untuk radio-radio yang telah lama bekerja sama menyiarkan program Telaga, agar ada kesaksian hidup yang dapat disampaikan oleh pendengar.
Tanya?
Beberapa waktu yang lalu, hubungan saya dengan seorang pria kandas karena kesalahpahamannya. Selama berpacaran, saya menolak untuk “janji setia”. Bukan dengan alasan untuk tidak setia atau melegalkan perselingkuhan.
Tapi seiring dengan berjalannya waktu, dia jadi gampang sekali cemburu jika ada pria yang mendekati saya, namun kami selalu menyelesaikannya dengan baik-baik.
Dia sering sekali mengajak saya menikah cepat (umur saya 21 tahun dan dia 30 tahun). Tapi saya bermaksud untuk menyelesaikan kuliah dulu yang tinggal sedikit lagi. Saya sangat mencintai dia dan saya tahu dia juga begitu mencintai saya. Keinginannya untuk menikah begitu besar sementara saya belum bersedia sebelum selesai kuliah.
Akhirnya, saya secara tidak sadar mulai mengurangi perhatian karena ingin dia bisa merasakan perhatian wanita lain, yang mungkin saja, itu yang terbaik buat dia. Keinginan saya untuk membahagiakannya begitu besar bahkan lebih besar daripada menahannya untuk tetap bersama saya, kalau saja dengan wanita lain dia bisa menikah lebih cepat.
Apa saya salah melakukan itu ? Setelah saya mendengar cerita pengalaman-nya dengan mantan pacar, saya menjadi takut untuk mengulang pengalaman tersebut sehingga saya berpendirian : “janji setia cukup sekali, saat pernikahan”. 2 bulan yang lalu, hubungan kami putus dan 2 minggu yang lalu saya mendengar dari dia bahwa dia akan menikah dengan orang lain. Rasanya sedih sekali kehilangan dia apalagi penyebabnya adalah dia cemburu karena saya membalas sms seorang teman pria yang menanyakan kabar. Hanya itu saja. Apakah cinta memang begitu mudah untuk berpaling? Mohon saran, bagaimana sebenarnya mencintai dengan benar tanpa mengekang tapi bisa tetap yakin dalam menjalani cinta itu.Jawab!
Anda telah berani menghadapi resiko yang sangat sulit, karena ini menyangkut masa depan Anda. Tetapi lebih dari itu, Anda telah melakukan suatu keputusan yang sangat penting dalam kehidupan ini.
Masa berpacaran adalah masa penyesuaian dimana kedua pihak saling mengenal lebih dalam lagi. Dan dalam hal “janji setia” Anda telah bertindak benar sebab “janji setia” hanya dapat dilakukan pada saat memasuki pernikahan bukan di saat berpacaran. Mengucapkan “janji setia” dan kemudian dilanjutkan dengan berdoa bersama pada masa berpacaran adalah tindakan yang belum pada waktunya. Sebab masa berpacaran adalah masa dimana kedua belah pihak melakukan pertimbangan-pertimbangan sebelum mengambil keputusan untuk menikah. Pertimbangan-pertimbangan itu antara lain, misalnya :
Cinta bukan saja mudah berpaling, tetapi juga mudah luntur. Seiring dengan berjalannya waktu pengalaman “jatuh cinta” pada masa berpacaran bisa lenyap. Pengalaman manis waktu “jatuh cinta” juga dapat sirna ketika berhadapan dengan konflik-konflik yang tak terselesaikan atau perlakuan kasar pasangan. Mengenai keputusan calon Anda yang akan segera menikah dengan gadis lain setelah putus hubungan dengan Anda seyogianya dapat dimaklumi. Cobalah Anda merasakan apa yang dirasakan oleh sang pacar, mengerti apa yang dimengerti sang pacar dan melihat apa yang dilihat oleh sang pacar. Banyak faktor mengapa ia begitu kuat ingin cepat menikah. Mungkin ada dorongan orang tua yang mendesaknya segera menikah mengingat usianya yang sudah mencapai 30 tahun. Mungkin adiknya sudah siap menikah, tetapi tertahan karena sang kakak, yaitu pacar Anda belum menikah. Mungkin pengalaman kekecewaan masa lalu sehingga untuk saat ini ia tidak mau gagal lagi. Mungkin ada faktor-faktor lain yang tidak dia ungkapkan.
Sekalipun pada awalnya Anda rela, namun untuk sementara ini tentu Anda merasa sangat sakit hati. Anda perlu belajar menerima kenyataan ini sebagai bagian dari rencana Tuhan bagi hidup Anda. Tentu ada maksud Tuhan yang indah melalui peristiwa ini.
Melihat kenyataan banyak orang gagal dalam mengarungi kehidupan, saat ini saya terpanggil memberi beberapa petunjuk agar hidup anda sukses.
Links
[1] http://www.telaga.org
[2] http://telaga.org/audio/anak_dan_kemajuan_teknologi
[3] https://m.telaga.org/jenis_bahan/berita_telaga
[4] https://m.telaga.org/kode_kaset/t259a