Ini bukan hal baru. Dalam Perjanjian Lama sendiri tercatat fenomena serupa. (Hakim-Hakim 2:7,10,11 [1])
Sementara dalam Ulangan 6:1-9 [2] tercatat instruksi dan SOP (Standard Operation Procedure) atau Prosedur Operasi Standar dari Tuhan. Ulangan 6:1-9 [2] disebut Shema, jantung hidup orang Israel masa lalu dan orang Yahudi sampai masa kini. Menjadi fondasi identitas bangsa Yahudi terpelihara meski tersebar di berbagai negara berabad-abad. Shema artinya "dengarlah".
Tanggungjawab utama pada orang tua, dan bukan pada guru sekolah maupun pendeta dan guru Sekolah Minggu di gereja. Mereka sebagai mitra sukses orang tua dan bukan pengganti orang tua. Ringkasnya: Iman Anak Tanggungjawab utama Orang tua. Pengajaran dan teladan iman orang tua merupakan atmosfer dan wadah iman anak untuk lahir dan berkembang.
Apa itu Iman?
Mengalami Allah yang benar di dalam Kristus secara pikiran, perasaan, kehendak yang tampak dalam gaya hidup sehari-hari.
Iman merupakan pengalaman dinamis bermula di rumah, dibagikan, dikenal dan dipertegas di dalam komunitas orang percaya
IMAN | berbeda dengan | AGAMA |
Pengalaman nyata | |
Ajaran, hukum, perintah |
Tidak dapat diajarkan | |
Dapat diajarkan |
Anugerah Allah | |
Upaya manusia |
1. PENUHI TANGKI CINTA ANAK dengan CINTA UTUH
2. MILIKI IMAN YANG HIDUP
Kata dan Tindakan Orang tua3. AKTIF BUKA JALAN ANUGERAH IMAN ANAK (kognitif, afektif, psikomotorik; berpikir-merasa-melakukan) dan auditori-visual-kinesketik (mendengar-melihat-bertindak)
4. Lakukan VAKSINASI IMAN utk usia 10-20 tahun
5. Kembangkan KOMUNITAS IMAN
Allah | ||
Orang tua | |
Anak |
Guru Sekolah, Guru Sekolah Minggu,
Sahabat Anak, Pembina Remaja,
Anggota Tubuh Kristus lainnya
ANAK: medan uji kesetiaan orang tua atas mandat Allah
TINDAK LANJUT BAGI ORANG TUAOleh: Ev. Sindunata Kurniawan, M.K., M.Phil.
Simak judul-judul tentang "Orang tua dan Anak" lainnya di www.telaga.org [5]
PERTANYAAN :
PERTANYAAN:
Saya memunyai anak berumur 8 tahun, kelas 3 SD. Selama ini kami menyekolahkan dia di salah satu SD favorit dan Yayasan Kristen. Berhubung anak kami kurang fokus belajar dan sering sekali terlambat mengikuti pelajaran sehingga dia sering dihukum oleh guru. Sekolah tersebut hampir tiap minggu ulangan dan harus menghafal mati, sedangkan inilah kelemahan anak kami yaitu kurang bisa menghafal. Akhirnya saya sering memukuli dia dan memarahinya sampai-sampai anak saya benci kepada saya. Merasa tidak sanggup, saya leskan dia dan sering pulang les dia menangis karena dipukuli oleh guru les. Melihat kondisi seperti ini, suami saya mengambil tindakan memindahkan sekolah ke SD swasta yang tidak favorit. Permasalahannya adalah terkadang saya merasa menyesal telah memindahkan anak saya karena dari segi fasilitas sangat jauh berbeda. Dan anak saya juga menjadi ‘minder’ karena dipindahkan dari SD favorit ke SD yang biasa-biasa saja. Rasa penyesalan itu terus menghantui saya. Bagaimana tanggapan Bapak atau Ibu?
Salam : Ibu SPN JAWABAN :Halo Ibu SPN,
Perkenalkan saya Ibu Hanny, salah seorang konselor di TELAGA. Saya sangat mengerti dengan rasa bersalah atau rasa menyesal Ibu terhadap anak Ibu yang dipindahkan sekolahnya, karena pada akhirnya berdampak pada rasa percaya dirinya. Namun jika saya ada di posisi Ibu, kemungkinan besar saya akan mengambil langkah yang sama, yaitu memindahkan anak ke sekolah lain. Melihat kemampuan anak Ibu yang kurang bisa mengikuti pelajaran di sekolah favorit dan berdampak pada perlakuan guru yang sentimen padanya……saya pikir itu jauh lebih buruk akibatnya ke depan untuk perkembangan harga diri anak Ibu.
Merasa tidak mampu ditambah menerima kata-kata negatif dari guru, akan membuat anak merasa diri buruk dan tidak berharga. Anak sebaiknya sekolah di sekolah yang sesuai dengan kemampuannya, karena itu akan menumbuhkan kepercayaan dirinya semakin baik. Tidak terlalu penting apakah sekolahnya favorit atau tidak, apalagi untuk anak SD…..anak sedang membangun harga diri dari kemampuannya, bukan dari jenis sekolahnya. Demikian juga dengan tingkat SMP atau SMA. Sebaiknya sewaktu tingkat universitas, minimal tingkat SMA…..baru kita perlu cukup memerhatikan jenis sekolahnya, karena cukup memengaruhi kelanjutan kuliah atau pekerjaannya kemudian. Walaupun tetap anak diarahkan sesuai bidangnya. Saat ini, Ibu dampingi anak untuk belajar maksimal walaupun di sekolah biasa…..justru anak punya kesempatan untuk berprestasi. Dorong anak untuk melakukan yang terbaik di bidang yang dia mampu. Jika suatu hari anak memilih pindah ke sekolah favorit, dia sudah cukup percaya diri. Demikian Bu, penjelasan dari saya. Tolong Ibu tidak tinggal terus dalam rasa bersalah, karena itu akan memengaruhi harga diri dan semangat anak belajar. Dorongan, motivasi dan kata-kata positif dari Ibu, sangat dibutuhkan anak saat ini. Tuhan memberkati Ibu SPN sekeluarga.
Salam kasih,
Hanny
Berawal dari bulan November 2007, Radio Pemulihan Kasih (RPK) FM di Bajawa – Flores dengan Pdp. Petrus Paju sebagai Penanggungjawab Umum, bekerjasama dengan Telaga. Jangkauan RPK FM awalnya dengan jarak 85 km (seluruh kota Bajawa dan beberapa kecamatan serta sebagian daerah Kabupaten Nagekeo). Telaga disiarkan setiap hari pk.11.00 WITA dan pk.20.00 WITA
Pada tahun 2015, RPK FM 96,5 MHz menjangkau Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada dan sebagian Kabupaten Manggarai Timur serta sebagian Kabupaten Ende. Dari pihak pengelola sangat mengharapkan kerjasama dalam pemenuhan kebutuhan biaya operasional RPK FM agar supaya dapat tetap mengudara, karena selama itu dana yang mereka gunakan berasal dari gereja lokal yang jumlahnya sangat terbatas. Semua mitra kerja diajak untuk mengambil bagian untuk meringankan biaya operasional radio, yang disebut "dana partisipasi".
Ibu Hana Dahlia Simanjuntak sebagai salah seorang pemilik saham dan juga salah seorang penyiar menghubungi LBKK untuk maksud tersebut.
Sejak akhir Maret 2023, sebagaimana telah berulang kali didoakan, baik melalui Pokok Doa di pertengahan bulan maupun melalui BTK setiap akhir bulan, RPK FM belum mengudara dengan beberapa hal yang perlu didoakan yaitu (a) Teknisi, (B) Perpanjangan Izin Prinsip Penyelenggaraan dan (c) Perpanjangan Izin Stasiun Radio.
Informasi terakhir yang diperoleh dari Pdm. Hana Dahlia Simanjuntak, radio ini sudah tidak beroperasi lagi, manajernya sudah pulang kampung, para penyiar juga sudah pergi semua dan tinggal Pdm. Hana Dahlia Simanjuntak sekeluarga yang kini fokus ke bidang pendidikan. Apabila ada rekan-rekan yang memunyai visi di bidang pendidikan untuk NTT, bisa berkenalan dengan Pdm. Hana Dahlia Simanjuntak.
Kami tetap bersyukur untuk kesempatan yang Tuhan berikan selama kurang lebih 16 tahun, memberkati masyarakat di Bajawa dan sekitarnya antara lain melalui program tanya-jawab TEgur sapa gembaLA keluarGA.
Sangat jarang studi tersendiri berkaitan dengan penyebutan orang tua yang kolot. Studi lebih banyak mengkaitkan orang tua yang kolot dengan sikap orang tua yang otoriter, yang cenderung memerlihatkan sifat yang kasar, tidak mau menerima masukan dan ingin menangnya sendiri. Juga dikaitkan dengan sikap orang tua yang overprotective kepada anaknya, yang cenderung untuk melarang anak melakukan banyak kegiatan, membatasi ruang gerak anak dengan alasan melindungi dan menjaga keamanan anak. Dalam rangka mempraktikkan semuanya itu, orang tua akhirnya terjebak kepada pengertian kolot menurut anak-anak mereka. Bagaimana sebenarnya orang tua (Kristen) harus memerlakukan anak-anaknya?
Apa kata Alkitab tentang hubungan antara orang tua dengan anak?
Orang tua kepada anak
Alkitab mengatakan beberapa hal berkaitan dengan hubungan antara orang tua dan anak, bagaimana orang tua memerlakukan anak-anak mereka?
Anak kepada orang tua
Ayat-ayat Alkitab menunjukkan pengajaran kepada dua sisi, baik itu orang tua maupun juga anak-anak. Tidak dapat berjalan dengan sendirinya. Mengajarkan mengenai kekolotan orang tua berarti ditujukan juga kepada orang tua dan juga kepada anak-anaknya. Lalu ketrampilan apa yang harus dimiliki oleh keduanya?
Penerapan praktis bagi orang tua
Penerapan praktis bagi anak
Masalah orang tua dengan anak remaja menjadi persoalan yang tidak ada akhirnya. Seringkali masalah ini muncul karena kesalahpahaman di antara keduanya. Tidak ada saling mengerti antara orang tua dan anak. Orang tua menuntut banyak hal di dalam kehidupan anak remaja mereka, sementara anak remaja menginginkan adanya ruang untuk mereka boleh menikmati sedikit dari kebebasan mereka. Orang tua tidak memahami dinamika pertumbuhan anak remajanya, sedangkan anak remaja menginginkan kehidupannya sendiri tanpa campur tangan orang tua. Disini dibutuhkan PEMAHAMAN SATU DENGAN YANG LAIN. Tuhan memberkati.
*) Salah seorang konselor Pusat Konseling Telaga Kehidupan (PKTK) Sidoarjo yang berdomisili di Malang
Links
[1] https://alkitab.mobi/ayt/passage/Hak+2:7,10,11
[2] https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ula+6:1-9
[3] https://m.telaga.org/audio/generasi_tanpa_iman_i
[4] https://m.telaga.org/audio/generasi_tanpa_iman_ii
[5] http://www.telaga.org
[6] https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ula+6:4-9
[7] https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ams+4:1;6:20
[8] https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ibr+12:7-9
[9] https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ams+15:1;Efe+6:4
[10] https://alkitab.mobi/ayt/passage/Kel+20:12;Ula+5:16;Mat+15:4;19:19;Mrk+7:10;10:19;Luk+18:20;Efe+6:2
[11] https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ima+20:9
[12] https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ams+15:20
[13] https://alkitab.mobi/ayt/passage/Ams+23:24