Pdt. Dr. Paul Gunadi

Pdt. Dr. Paul Gunadi

Memilih Pasangan Hidup II

Dalam memilih pasangan hidup, janganlah kita tergesa-gesa atau berpikir singkat tanpa ada pertimbangan-pertimbangan matang. Kita harus ingat bahwa pasangan yang akan kita pilih menjadi pendamping kita adalah orang yang akan menemani kita seumur hidup kita, untuk itu jangan sampai salah pilih pasangan. Kita harus memikirkan kriteria yang bagaimana yang disetujui Alkitab ? Dan bagaimana cara-cara untuk bisa mendapatkan pasangan dengan tepat ?

Memilih Pasangan Hidup I

Dalam memilih pasangan hidup, janganlah kita tergesa-gesa atau berpikir singkat tanpa ada pertimbangan-pertimbangan matang. Kita harus ingat bahwa pasangan yang akan kita pilih menjadi pendamping kita adalah orang yang akan menemani kita seumur hidup kita, untuk itu jangan sampai salah pilih pasangan. Kita harus memikirkan kriteria yang bagaimana yang disetujui Alkitab ? Dan bagaimana cara-cara untuk bisa mendapatkan pasangan dengan tepat ?

Hidup Sederhana

Dewasa ini ada banyak orang yang menargetkan untuk menjadi kaya raya pada usia muda. Bahkan ada yang sudah menargetkan usia pensiun dini setelah mengumpulkan harta kekayaan. Tuhan tidak anti kekayaan dan Ia memberkati sebagian orang dengan kekayaan berlimpah. Namun demikian pada hakekatnya Alkitab menghendaki agar kita menjadi jurukunci Tuhan. Hidup sederhana adalah bagian dari menjadi jurukunci yang bertanggung jawab. Bagaimana sebenarnya kita bisa hidup sederhana dan benar ? Ataukah kita harus hidup irit ?

Bekerja dan Berhikmat

Tuhan tidak menciptakan satu kelas masyarakat. Tuhan membiarkan masyarakat berkembang sehingga menjadi sebuah kumpulan manusia dengan tingkat ekonomi yang berbeda-beda. Tuhan mengaruniakan berkat kekayaan yang berlainan kepada manusia. Namun Tuhan memberi kepada kita panduan untuk hidup dengan bijak, panduan yang relevan baik untuk kita yang berekonomi tinggi maupun rendah, antara lain : Kita harus Menabung, Kita harus Mencoba, Kita harus Melihat ke Depan, Kita harus Berserah dan Kita harus Memelihara Persahabatan.

Mengasihi Secara Konsisten

Kita tahu bahwa kita harus mengasihi istri. Masalahnya adalah tidak selalu kita berhasil melakukannya dengan konsisten. Pada umumnya kita masih merasakan kasih di awal pernikahan, namun seiring dengan berjalannya waktu kita mulai kehilangan kasih. Sebenarnya mengasihi istri tidak harus melakukan hal yang besar untuk istri namun cukup kita melakukan hal-hal yang kecil namun berarti baginya, itu sudah membuat istri kita merasa dikasihi. Bagaimana melakukan hal-hal kecil yang bisa membuat dia senang ?

Suami Kasar

Tuhan memerintahkan agar suami mengasihi istrinya dan berdasarkan pelukisan kasih yang diberikan dalam Efesus 5:25-30, tersirat satu pesan bahwa mengasihi berarti memerlakukan istri dengan lembut dan penuh respek. Masalahnya adalah dengan berjalannya waktu acap kali kelembutan berubah menjadi kekasaran; respek berubah menjadi hina. Sudah tentu kita akan berkata bahwa perubahan ini terjadi bukan tanpa sebab. Pastilah kita akan menyebut sikap dan perilaku istri yang tidak baik sebagai alasan utama mengapa kita memerlakukannya dengan kasar. Sungguhpun demikian kita mesti mengingat bahwa panggilan untuk hidup sesuai karakter Allah tidak bergantung pada situasi. Apa pun situasinya, Tuhan meminta kita untuk mengasihi dan memerlakukan istri dengan lembut dan penuh respek. Apa saja situasi yang membuat suami sukar untuk memerlakukan istri dengan lembut ? Dalam bagian ini diuraikan agar para istri bisa menjaga perasaan suami sehingga tidak memicu terjadinya kekerasan suami.

Ketundukan Sejati

Sebagai istri yang dominan, untuk bisa tunduk kepada suami tidaklah mudah, banyak hal yang kita tidak sukai dari pasangan karena memang kita merasa lebih mampu dibandingkan suami. Ternyata ketundukan itu bukanlah bawaan sejak lahir dan ketundukan itu perlu dipelajari. Kalau kita sadar bahwa kita adalah pribadi yang dominan dan ingin belajar pastilah kita mampu untuk tunduk kendati sulit. Di sini akan dijelaskan bagaimana kita bisa tunduk melalui ajaran firman Tuhan.

Mengapa Istri Dominan?

Kendati kecil, pernikahan adalah sebuah organisasi. Di dalam organisasi sekurangnya mesti ada dua unsur : struktur dan tugas. Tanpa struktur dan tugas, niscaya organisasi mengalami kekacauan. Di dalam struktur pernikahan Tuhan menetapkan laki-laki atau suami sebagai kepala dan bertugas memimpin istri dan anak-anaknya. Namun di zaman sekarang ini banyak istri yang lebih dominan dibandingkan suaminya, apakah itu Anda ? Dan bagaimana sikap kita, jika kita memang memiliki sifat dominan tersebut ?

Hidup yang Dikuasai Nafsu (II)

Penghambat terbesar pertumbuhan rohani adalah pergumulan rohani. Salah satu pergumulan rohani terberat adalah pergumulan melawan nafsu—kehausan jasmaniah yang menuntut pemuasan. Untuk dapat menguasai nafsu, kita mesti memahami keempat prinsip yang memutar roda nafsu di dalam hidup kita. Setidaknya ada empat prinsip yang menjalankan roda nafsu yaitu Prinsip Sekarang, Prinsip Kenikmatan, Prinsip Aku dan Prinsip Tidak Perlu Iman.

Hidup yang Dikuasai Nafsu (I)

Penghambat terbesar pertumbuhan rohani adalah pergumulan rohani. Salah satu pergumulan rohani terberat adalah pergumulan melawan nafsu—kehausan jasmaniah yang menuntut pemuasan. Untuk dapat menguasai nafsu, kita mesti memahami keempat prinsip yang memutar roda nafsu di dalam hidup kita. Setidaknya ada empat prinsip yang menjalankan roda nafsu yaitu Prinsip Sekarang, Prinsip Kenikmatan, Prinsip Aku dan Prinsip Tidak Perlu Iman.

Halaman

Berlangganan RSS - Pdt. Dr. Paul Gunadi