Ibu dan Anak Perempuannya

Versi printer-friendly
Kode Kaset: 
T121A
Nara Sumber: 
Pdt. Dr. Paul Gunadi
Abstrak: 

Peranan orang tua yang sejenis dalam hal ini ibu sangatlah besar terhadap perkembangan kepribadian anak perempuannya. Dan salah satu hal penting yang dapat diberikan ibu kepada anak perempuannya adalah rasa dikasihi.

Audio
MP3: 
Play Audio: 
Ringkasan

Peranan orang tua yang sejenis dalam hal ini ibu sangatlah besar terhadap perkembangan kepribadian anak perempuannya.

  1. Kebutuhan pokok anak perempuan yang berkaitan erat dengan peran ibu adalah kebutuhan untuk dikasihi.

  2. Dikasihi oleh ibu merupakan landasan terbentuknya penghargaan diri yang kuat pada diri anak perempuan. Inilah dasar keyakinan diri bahwa ia berarti/bernilai.

  3. Ibu mengkomunikasikan kasih sayangnya kepada anak mulai dari dalam kandungan melalui sikap, perkataan, dan sentuhannya.

  4. Pada masa pertumbuhan, ibu menyatakan kasihnya kepada anak perempuan melalui penerimaannya yang tak bersyarat terhadap kodratnya sebagai wanita. Bagaimana ibu menyikapi kodratnya sendiri sebagai wanita akan mempengaruhi penerimaan diri anak terhadap kodrat kewanitaannya.

  5. Kasih sayang ibu akan menjadi modal anak perempuan untuk mengemban peran sebagai pengasuh atau pemberi kasih-peran yang dikaitkan dengan kewanitaan.

Problem muncul tatkala:

  1. Sejak kecil anak perempuan tidak menerima kasih sayang ibu. Ia akan bertumbuh dengan kekosongan, dengan perasaan tidak berharga, dan cenderung akan mencari perasaan bernilai itu dari sumber lain.

  2. Ia pun akan mencari-cari tempat di mana ia bisa menunjukkan dirinya sebagai seseorang yang bernilai.

  3. Jika ibu memperlihatkan sikap tidak menerima terhadap kodrat kewanitaannya, ia pun akan mengembangkan sikap bermusuhan terhadap kodrat kewanitaannya.

  4. Penolakan terhadap kodrat kewanitaannya akan berlanjut dengan penolakan terhadap peran yang terkait dengan kewanitaan yakni peran pengasuh atau pemberi kasih.

  5. Pada akhirnya akan timbul konflik batiniah dalam dirinya. Di satu pihak ia sangat membutuhkan kasih dan oleh karenanya ia akan senantiasa mencari-cari kasih. Di pihak lain, ia justru ingin memperlihatkan bahwa ia bernilai dan tidak membutuhkan kasih.

  6. Itu sebabnya kita dapat melihat pada sebagian kasus, mereka menjadi sosok yang menantikan cinta dan mendambakan orang yang bisa menjadikannya berharga. Pada sebagian kasus lainnya, mereka menjadi orang yang sangat mandiri dan membenci kelemahan (salah satunya kewanitaan itu sendiri).

Sebagai pembimbing sekaligus sebagai model, ada hal-hal yang ibu bisa lakukan yaitu:

  1. Si anak harus menerima kasih sayang sejak kecil, harus menerima suatu pelukan, rangkulan tanpa syarat dari ibu.

  2. Si ibu pada masa-masa anak makin besar memang harus lebih berperan sebagai pembimbing, dia tidak bisa lagi terlalu mengguruhi si anak, karena kalau itu yang terjadi si anak akan merasa hubungan yang tidak setimpal.

  3. Lebih seringlah berbicara dan bertanya kepada si anak kalau dia tidak mengerti, sehingga anak merasakan bahwa ibunya tidak menempatkan diri jauh di atasnya.

  4. Jangan terlalu kritis kepada si anak.

Titus 2:3-4, "Demikian juga perempuan-perempuan yang tua hendaklah mereka…mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi…"